Toko Online Boneka Termurah Sepanjang Masa



Customer Service

CALL/SMS/WA/BBM
Office : 031-7404054
Hp : 0853 3000 7545
Pin BBM : 5CE2 0F20
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial


Rifki Pahlefi
barangnya nyampai dengan selamat, good!!!!!!



By Admin  Article Published 08 November 2016
 

grosir boneka murah

Grosir Boneka Murah - Saat itu Barbara sedang bermain boneka kertas -sama seperti anak perempuan lainnya yang masih dipenuhi oleh imajinasi dalam mengeksplor segala sisi komunikasi.

Imajinasi.

Boneka.

Berbicara.

Dan kombinasi ketiga hal tersebut sudah membuat dia bahagia, sangat sederhana. Bagi seorang anak, Anda hanya memerlukan sebuah boneka untuk membuat ia bahagia. Boneka yang dapat dia perlakukan sesuka hatinya, dan seketika waktu dapat terasa begitu cepat menjelajahi khayalan mereka; hal tersebut berlaku juga untuk Barbara.

Barbara bahkan berkomunikasi dengan benda mati itu selayaknya berbicara dengan manusia dewasa yang bernyawa, berkarakter dan menjadi bagian di dalam hidupnya.

Gadis kecil itu tidak menyangka bahwa kegiatan obrolan ia dengan Si Boneka Kertas dapat menjadi benih kebahagiaan bagi jutaan, bahkan milyaran anak-anak di seluruh dunia. Ketika Sang Ibu -Ruth Handler melihat ia sedang bermain boneka, di situlah sebuah keajaiban datang.

Handler tiba-tiba memiliki ide, pikirannya terbesit untuk membuat sebuah boneka dalam bentuk manusia dewasa!

Sebuah boneka dewasa yang sangat berbeda dengan bentuk boneka pada umumnya – perlu Anda ketahui, pada waktu itu kebanyakan boneka berwujud bayi. Pemilihan boneka dalam wujud manusia dewasa tentu sangat bertolak belakang dengan ilmu pemasaran di bidang penjualan; karena tidak selamanya sesuatu hal yang baru, siap untuk diterima banyak pihak.

Pihak yang ingin lari dari sesuatu yang sudah ada; area yang dapat membiarkan sensasi berbeda dari sensasi-sensasi yang telah ia rasakan sebelumnya; sisi lain dari segala sesuatu yang sudah terlanjur terbenam di dalam benak Anda. Benak di dalam sebuah pemikiran yang nanti akan menjadi tolak ukur atas segala sesuatu yang baru; segala sesuatu yang memerlukan sebuah penghakiman dari sesuatu yang patut untuk dibandingkan.

Menurut Anda, apakah masyarakat di tahun 1950-an sudah siap akan semua resiko tersebut? Akan segala konsekuensi yang menuntut pertanggungjawaban; terutama saat sebuah percobaan telah mengalami kegagalan -misalnya, kegagalan yang menuntut hal yang disebut sebagai kerugian.

Dan ide, hanya sebatas ide. Ide itu hanya mampu disampaikan Handler kepada Elliot, co-founder perusahaan mainan Mattel yang merangkap sebagai suaminya tercinta.

Ide tersebut masih membeku sampai pada ketika Ruth Handler melakukan sebuah perjalanan keluarga ke Eropa pada tahun 1956 dengan kedua anaknya; Barbara & Kenneth. Saat itu Ruth melewati toko yang menjual boneka Bild Lilli di Jerman.

Maaf, jeda iklan dulu ya. Anda sedang mencari tempat grosir boneka murah?
IstanaKadoBoneka.Com, sebagai situ toko online boneka menyediakan berbagai macam aneka boneka, seperti boneka teddy bear, boneka beruang, boneka keropi, boneka melody, dan aneka boneka lainnya lagi. Jika anda ingin mendapatkan harga murah dan grosir, alangkah baiknya anda membeli lebih dari 3 biji boneka.

Sejarah Singkat Boneka Lili (Grosir Boneka Murah)

grosir boneka murah

Boneka tersebut diproduksi sejak tahun 1955 hingga 1964.

Tahukah Anda, ternyata boneka Lilli merupakan wujud transformasi sebuah karakter komik berseri yang ada di tabloid Bild-Zeitung, Sang Komikus bernama Reinhard Beuthien mengubah gambar bayi yang tidak menarik menjelma menjadi sosok wanita simbol keseksian yang begitu bebas dan mandiri.

Sebuah karakter kuat dengan bentuk tubuh penuh kesempurnaan, mulai dari bentuk payudara yang membusung, berambut panjang, lengkap dengan busana dan sepatu hak tinggi yang memperlihatkan keindahan secara kasat mata. Sebuah patokan kesempurnaan dari imajinasi yang tidak pernah di dapatkan pada dunia realitas untuk menampung segala kekurangan yang selama ini dicita-citakan oleh kaum hawa.

Lilli adalah simbol dari wanita modern tahun 1950-an yang tercermin melalui modernitas seorang sekretaris dengan kebebasan berfikir di era hedonis. Ia memiliki pribadi yang cerdas & kritis, melalui Lilli, Beuthien mencoba menyampaikan komentar bernada sinis bercampur humor konyol. Sebuah karakter yang memiliki unsur lengkap untuk dicintai setiap orang. Bertolak dari keberhasilan tersebut, kepopuleran Lilli menjadi hal yang patut untuk dikomersilkan dalam bentuk lainnya; dalam wujud sebuah boneka!

Boneka Lilli dipasarkan pertama kali pada tahun 1955 dan langsung diserbu oleh penggemarnya. Penampilan modis dari cerminan keanggunan wanita dewasa yang mampu mengendalikan dunia terpancar menampilkan kepercayaan diri secara absolut. Mempesona setiap anak perempuan di Jerman yang melihat untuk segera memilikinya.

Maka tak heran, saat melihat boneka ini, Ruth telah menemukan jembatan emas atas segala ide-ide yang telah terkumpul sebelumnya.

Pulang dari perjalanan tersebut Ruth membeli tiga boneka, sebuah boneka untuk Barbara dan dua lainnya diberikan ke Mattel sebagai bentuk usaha dari realisasi ide-ide cemerlang. Di Amerika Serikat, Ruth Handler beserta Sang Suami dengan bantuan dari disainer Mattel bernama Jack Ryan mencoba mendesain ulang boneka asal Jerman tersebut menjadi sosok wanita cantik yang lebih dinamis bernama Barbie.

Meski secara garis besar boneka Barbie memiliki hal yang senada dengan boneka Lilli, sentuhan negara adi kuasa tersebut mampu menyentuh sisi yang tidak mampu dikuasai oleh perancangnya terdahulu; pangsa pasar dengan jaringan dunia melalui pemasaran tingkat tinggi. Pada tanggal 9 Maret 1959 di ajang American International Toy Fair, Barbie diperkenalkan kepada umum untuk pertama kalinya.

Mattel mulai mengakuisisi hak cipta dari boneka Bild Lilli pada tahun 1964 setelah pencipta karakter Bild Lilli menuntut hak cipta di pengadilan. Semenjak itu, maka produksi dari boneka Lilli dihentikan. Kelangkaan boneka yang menjadi cikal bakal Barbie ini menjadi pundi-pundi uang tersendiri bagi pecinta mainan, karena hingga sekarang, keeksotisan boneka legendaris tersebut mampu menghasilkan ribuan euro per boneka bagi para kolektor; sampai sekarang setidaknya terdapat 130.000 produksi boneka Lilli orisinal di seluruh dunia. Sudah tertarikkah Anda untuk mengoleksi mainan ini? Tenang, informasi ini belum seberapa, karena ketiadaan Lilli mampu melahirkan boneka baru untuk era di masa depan bernama Barbie.

Dari Boneka Lili, Lahirlah Boneka Barbie yang Mendunia

Boneka Barbie, terinspirasi dari nama anak perempuan Ruth bernama Barbara, pertama kali tampil dalam balutan baju renang bergaris zebra berwarna hitam dan putih, dengan rambut berekor kuda dalam warna pirang (blonde) atau cokelat (brunette). Berhiaskan dua anting, sepasang sepatu hak tinggi, lengkap dengan riasan wajah dan bibir merah merona; siapapun anak gadis saat itu pasti pernah bermimpi untuk memilikinya.

Kesuksesan Barbie pada peluncuran perdana telah menjelma menjadi tren tersendiri bagi kalangan remaja, desain pakaian mereka pun didesain secara khusus oleh disainer busana Mattel bernama Charlotte Johnson.

Semenjak kemunculan dan kepopuleran Barbie dalam pembentukan simbol kesempurnaan dari seorang wanita, boneka Barbie terus mengalami perbaikan demi perbaikan. Termasuk dalam pembuatan fisiknya yang sudah dianggap sempurna sekalipun, Pada perkembangannya, boneka Barbie tampil dalam beberapa versi dewasa dengan titik detail yang lebih tegas; seperti buah dada yang lebih berisi, mata yang lebih tegas, dan detail busana yang mampu mewakili kerumitan selayaknya busana sungguhan. Detail demi detail yang terus disempurnakan semakin membuat penggemar Barbie terpesona, hingga kolektor boneka cantik itu mampu merogoh kocek lebih dalam untuk memuaskan status kelengkapan koleksi yang sudah dimilikinya.

Bayangkan saja, berdasarkan survei yang dilakukan Mattel sejak tahun 1959 hingga 2010 sedikitnya terdapat 100.000 kolektor Barbie fanatik di seluruh penjuru dunia, yang justru didominasi oleh konsumen wanita berusia rata-rata 40 tahunan, setiap dari mereka mampu membeli dua puluh boneka Barbie per tahun. Perubahan pangsa pasar yang begitu liar ternyata masih mampu dikendalikan Mattel dengan beberapa kali perubahan secara berkala dari tahun ke tahun.

Mattel telah mengklaim bahwa setidaknya ada satu miliar boneka Barbie sudah ludes terjual di 150 negara di belahan dunia dengan penjualan sekitar tiga buah boneka per detiknya. Bisakah Anda membayangkannya? Setiap detik tiga boneka telah berpindah tangan ke jutaan ribu manusia di setiap sisi negara.

Kesempurnaan dan keberhasilan Barbie pada awal kemunculannya bukan tanpa halangan, protes sempat datang ketika mainan yang dijual untuk anak-anak perempuan itu diperdagangkan dalam wujud wanita dewasa- sesuatu yang masih dianggap aneh atau melenceng dari tempat seharusnya. Untuk meredam kericuhan tersebut, maka Mattel mencoba mempromosikan Barbie pada konsumen anak-anak melalui tayangan televisi. Membentuk sebuah persepsi dengan menawarkan sebuah kebaharuan yang berbeda, namun memiliki cita rasa yang lebih tinggi dibandingkan produk mainan lainnya.

Sebuah produk baru yang mampu menjadi acuan bagi perkembangan boneka di era selanjutnya, sebuah gebrakan menakjubkan yang patut untuk dinikmati oleh siapa pun anak perempuan di seluruh penjuru dunia.

Bentuk promosi gila-gilaan boneka tersebut melebar melalui berbagai media, mulai dari bentuk produk yang selalu diperbarui sesuai keinginan konsumen melalui kriteria-kriteria untuk menjadi boneka ‘cantik’, kelengkapan aksesoris yang menyerupai aksesoris manusia sungguhan, buku cerita, produk fashion, kosmetik, permainan video, film, hingga menjadi karakter pendukung serial animasi di Toy Story 2 & Toy Story 3.

Gencarnya pemasaran produk yang disebar melalui berbagai sisi menarik rasa ingin tahu konsumen terhadap sosok boneka satu ini, rasa ingin tahu tersebut kemudian berada di level yang lebih tinggi lagi; menyebarkan rasa ‘ingin memiliki’, karena telah jatuh hati terhadap aura positif yang sengaja dilekatkan Mattel pada karakter Barbie di setiap produknya.

Sisi positif yang terbentuk lalu menjadi alasan bagi setiap konsumen untuk membeli produk mainan anak-anak tersebut, dengan harapan bahwa aura positif itu dapat pula menyebarkan semangat mulia kepada setiap pemiliknya. Pemiliknya untuk lebih merasa cantik, lebih merasa kekinian, lebih merasa modern, merasa ikut pula memiliki kepribadian yang baik hati; secara tidak langsung Barbie telah menjadi acuan model bagi wanita yang memuja kesempurnaan kaum hawa di bawah alam sadar para penggemarnya.

Babrie Menjadi Iconic dan Sejarah Boneka yang Mendunia

Terlepas dari baik dan buruknya seperti paparan di atas, Barbie telah menjadi ikon kultural yang memiliki tempat tersendiri bagi penikmatnya. Penggemarnya pun tidak main-main, saking fenomenalnya salah satu bagian Time Square di New York City bahkan bernama Barbie Boulevard pada tahun 1974, hanya dalam hitungan beberapa minggu setelah kemunculannya.

Pada tahun 1985, pelukis Andy Warhol juga membuat lukisan tentang Barbie; Andy adalah seorang seniman figur sosialis dengan latar belakang pengalaman dalam bidang seni komersil, ketika itu dia juga salah satu penggagas gerakan Pop Art di Amerika Serikat.

Di tahun millennium, Barbie juga masih menunjukkan tajinya sebagai mainan yang patut untuk diperhitungkan. Pada masa tersebut, Barbie tetap memiliki penggemar dengan lintas generasi, buktinya di Taiwan pada tahun 2013 sebuah restoran bertemakan Barbie dibangun, restoran tersebut dikenal dengan sebutan “Barbie Café”. Restoran yang mengantongi izin resmi dari Mattel ini menjadi tempat andalan perusahaan mainan raksasa itu untuk memasarkan produknya secara eksklusif, selain boneka, penggemar Barbie dapat pula membeli baju, aksesoris, hingga furnitur rumah boneka.

Nuansa warna serba merah muda akan memanjakan pengunjung dengan bentuk dekorasi serba Barbie, seperti sofa pink yang begitu cerah, kursi lengkap dengan renda-renda, dan jangan lupakan meja berbentuk sepatu hak tingginya. Bahkan setiap pramusaji akan memperlihatkan senyum manis mereka melalui dandan Barbie; mengenakan pakaian khas Barbie berwarna pink, rok tutu, gelang di lengan, berglitter, dan mengenakan mahkota di kepala. Pada tahun 2009 lalu, sebenarnya Mattel telah membuka toko & kafe senada di Shanghai, China. Namun sayangnya karena beberapa hal, penjualan di sana kurang memenuhi target sehingga harus terpaksa ditutup.

Saat membaca itu semua, tentu Anda akan berfikir bahwa kesuksesan boneka Barbie terlampau begitu mudah karena menemukan strategi pemasaran yang tepat; sebagai pelopor mainan wanita pertama yang diiklankan di depan layar televisi.

 

Melalui iklan tersebut boneka Barbie berhasil membuat Mattel menjadi ikon Amerika yang beromset multijutaan dolar. Keputusan tersebut tentu memiliki tantangan tersendiri, termasuk tantangan saat Handler menjadi sponsor tunggal dari acara ‘Mickey Mouse Club’, ia harus membayar $ 500.000 yang setara dengan harga Mattel secara keseluruhan pada waktu itu.

Sebuah resiko yang sangat besar untuk dipertaruhkan, namun untungnya taruhan tersebut menghantarkan Ruth Handler sebagai orang pertama yang berhasil memasarkan mainan kepada konsumen utama mereka, anak-anak! Bukan untuk orang tuanya, yang notabene bergerak sebagai sumber dari segala bentuk penghasilan.

Terlalu Mengidolakan Barbie Juga Berdampak Buruk

Kesuksesan boneka berukuran sekitar 111/2 inci itu bukan tanpa cela, pada masa sekarang, image kesempurnaan yang Barbie bangun dengan susah payah telah memberikan dampak buruk secara psikologis bagi konsumen; celakanya bukan hanya berlaku untuk anak-anak, namun juga menyerang untuk penggemar dewasanya, penggemar dengan pembentukan mental yang telah matang.

Dampak buruk secara psikologis itu terbentuk karena pesona kecantikan boneka Barbie telah melanggar bentuk-bentuk sisi kemanusiaan yang sewajarnya dimiliki oleh manusia. Pelanggaran tersebut dapat dilihat dari bentuk tubuhnya yang sempurna; berambut panjang, memiliki buah dada yang besar, bokong sintal, kaki jenjang, dan berpinggul kecil. Ingat, itu bahkan belum termasuk gaya busana mewah yang coba Handler tawarkan dalam balutan gaun-gaun indah!

Sesempurna apapun manusia, mereka akan merasa kurang jika dibandingkan benda plastik yang tidak bernyawa; yang bentuknya tidak akan berubah-ubah karena sebuah asupan makanan untuk sekedar menghirup udara; sebuah gambaran benda mati yang terlihat hidup hanya karena olesan beberapa cat kecil berwarna hitam & putih di kedua bulatan matanya. Benda yang sejatinya tidak pantas untuk disandingkan, apalagi dijadikan perbandingan untuk setiap mahluk hidup yang dinamakan manusia.

Manusia dalam hal ini adalah penggemar Barbie yang menjadikan acuan kecantikannya berdasarkan kesempurnaan boneka Barbie, benda mati yang kemudian dapat menjelma menjadi bumerang yang siap menghentakkan diri kearah pemiliknya sendiri. Hentakan tersebut akan menjadi masalah yang berarti jika sudah menyentuh garis kerugian. Baik kerugian pada diri sendiri, maupun kerugian bagi orang lain; secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu bentuk nyata dari kerugian tersebut terdapat pada ‘Sindrom Barbie’, sebuah istilah bagi seseorang yang mendambakan bentuk tubuh dengan trend yang ada pada boneka Barbie secara fisik. Sindrom tersebut menjadi begitu terlihat mengerikan saat kita menyadari bahwa bentuk ketidakpercayaan diri seseorang, justru berasal dari benda mati. Benda mati yang mau tidak mau harus dijadikan kambing hitam atas ketidakmampuan seseorang menerima keadaan dirinya sendiri. Ketidakmampuan untuk merasa cantik sebagai manusia yang hidup tanpa operasi, diet ketat, dan siksaan peroksida di dalam setiap aliran darahnya.

Menjadi begitu ironis sekali, ketika kita menyadari bahwa kebahagiaan yang coba disebarkan Ruth Handler dan Mattel bagi setiap anak perempuan di dunia, kini telah berubah menjadi monster yang menyiksa para penggemarnya demi dua buah kata; cantik & sempurna untuk merasakan kebahagian dengan cara berbeda.

Dalam hal boneka juga, di situs online IstanaKadoBoneka.com merupakan pusat grosir boneka murah, di mana anda bisa berbelanja boneka dengan harga grosir yang cukup terjangkau dibandingkan dengan anda berbelanja secara eceran, atau anda berniat membuka outlet boneka, maka sangat pas jika kesempatan ini anda jadikan moment untuk bekerjasama dengan kami.
 


Related Article